Ads Header

Senin, 21 Februari 2011

Tiga Hari Bersama Penghuni Surga

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad An-Nasai, Anas bin Malik menceritakan sebuah kejadian yang dialaminya pada sebuah majlis bersama Rasulullah.

Anas bercerita,"pada suatu hari kamu duduk bersama Rasulullah S.A.W, kemudian Beliau bersabda: Sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga. Tiba-tiba muncullah laki-laki anshar yang janggutnya basah dengan air wudhunya. Dia mengikat kedua sandalnya pada tangan sebelah kiri."

Esok harinya, Rasulullah SAW berkata begitu juga,"akan datang seorang laki-laki penhuni surga". Dan muncullah laki-laki yang sama. Begitulah Nabi mengulang sampai tiga kali.

Ketika majlis Rasulullah SAW selesai, Abdullah bi Amr bin Ash r.a mencoba mengikuti seorang laki-laki yang disebut oleh Nabi sebagai penghuni surga itu. Kemudian dia berkata kepadanya,"saya ini bertengkar dengan ayah saya dan saya berjanji pada ayah saya bahwa selama tiga hari saya tidak akan menemuinya. Maukah kamu memberikan tempat pondokan buat saya selama hari-hari itu?

Abdullah mengikuti orang itu kerumahnya, dan tidurlah Abdullah di rumah orangitu selama tiga malam. Selama itu Abdullah ingin menyaksikan ibadah apa gerangan yang dilakukan orang itu yang disebut Rasulullah sebagai penghuni surga. Tetapi selama itu pula ia tidak menyaksikan suatu yang istimewa di dalam ibadahnya.

Kata Abdullah,"Setelah lewat tiga hari aku tidak emlihat amalannya yang istimewa sampai-sampai aku hampir meremehkan amalannya. Lalu aku berkata,"Hai hamba Allah, sebenarnya aku tidak bertengkar dengan ayahku, dan tidak juga aku menjauhinya. Tetapi aku mendengar Rasulullah berkata tentang dirimu sampai tiga kali."akan datang sorang dirimu sebagai penghuni surga". Aku ingin memperhatikan amalnmu supaya aku dapat menirunya. Mudah-mudahan dengan amal yang sama aku mencapai kedudukanmu."

Lalu orang itu berkata,"yang aku amalkan tidak lebih dari apa yang engkau saksikan." Ketika aku mau berpaling, kata Abdullah, dia memanggil lagi, ekmudia berkata," Demi Allah, amalanku tidak lebih dari pada apa yang engkau saksikan itu. Hanya saja aku tidak pernah menyimpan pada diriku niat buruk terhadap kaum muslimin, dan aku tidak pernah menyimpan pada diriku rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah kepada mereka." lalu Abdullah bin Amr berkata,"Beginilah bersihnya hatimu dari perasaan jelek dari kaum muslimin, dan bersihya dirimu dari prasangka dengki. Inilah tampaknya yang menyebabkan engkau sampai ke tempat yang terpuji itu. Inilah yang tidak perah bisa kami lakukan.

0 komentar:

Posting Komentar